Selasa, 28 Oktober 2014

Rumus cinta dalam Al-Qur'an

Rumus Cinta menurut Al Qur'an * cinta itu fitrah manusia, kalo gak punya cinta bukan manusia ( QS. Ali Imran : 14) * yg harus kita lakukan sama cinta adalah menahan dan mengaturnya sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya (QS. At Taubah: 24) * cinta gak identik dgn pacaran, cinta bisa berupa yg lain atau kpd yg lain (QS. At Taubah: 24) * pacaran itu ilegal love alias melanggar aturan Allah, maka jauhi zina (QS. Al Isra: 32) Rasulullah SAW bersabda : siapa saja yg beriman kpd Allah dan hari akhir, janganlah… berkhalwat dgn wanita… (HR. Abu Dawud dan Ahmad). Jangan tertipu dengan Rayuan cinta, karena 5 huruf itu bisa menbinasakanmu bahkan org yg sangat kau cintai di dunia bisa menjadi MUSUH mu di akhirat. Renungkan firman Allah : Orang yang saling mencintai pada hari itu sebagiannya akan menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67) Cinta sejati dasarnya takwa alias takut kpd Allah,,, Kalau shalatnya saja dia jaga apalagi kamu ? Kalo anak yatim saja dia santuni apalagi menafkahimu ? Kalo baca kitab kuning saja dia bisa apalagi baca isi hatimu ? TAPI▶ kalau Tuhannya saja dia khianati bagaimana dgn kamu ? Kalo Tuhanx yg ngasih dia apa saja dia lawan, apalagi kamu ??? Perbaiki niat, cintai dia karena Allah kalo cintax kpd Allah hilang, maka hilangkan cintamu kepadax karena dia hanya akan jadi benalu dan musuh di akhirat kelak.

Shalat Rasulullah

Shalat Rasulullah Nabi Muhammad SAW Tuntunan Tata Cara Sifat Shalat Rasulullah Nabi Muhammad SAW    Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT , shalawat dan salam semoga tetap dicurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para shahabatnya. Pada kesempatan kali ini tipstriksib akan berbagi artikel dan tulisan tentang tuntunan tata cara sifat shalat Rasulullah Nabi Muhammad SAW Setiap muslim baik laki-laki ataupun perempuan sudah sepatutnya menjadikan Rasulullah sebagai suri tauladan uswatun hasanah dalam beribadah terlebih sholat wajib 5 waktu  maupun sholat sunnat,  sebagaimana sabda beliau: “Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.” (HR. Al-Bukhari). Bagaimana  tata cara sholat yang baik dan benar menurut tuntunan sifat shalat Rasulullah SAW , beruikut adalah tuntunan tata cara sifat shalat Rasulullah Nabi Muhammad SAW; 1. Menyempurnakan wudlu Seseorang yang yang hendak melakukan shalat hendaknya berwudlu “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak melakukan shalat, maka cucilah muka kalian, kedua tangan kalian hingga siku, dan usaplah kepala kalian, dan (cucilah) kedua kaki kalian hingga kedua mata kaki…” (Al-Ma’idah: 6). dan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Tidak diterima shalat tanpa bersuci dan shadaqah dari penipuan.” (HR. Muslim ). Dan sabdanya kepada orang yang tidak betul shalatnya: “Apabila kamu hendak melakukan shalat, maka sempurnakanlah wudhu”. 2. Menghadap ke kiblat: Shalat harus menghadap kiblat sebab tidak sah shalat seseorang jika tidak menghadap kiblat kecuali dalam kondisi tertentu yang telah banyak dijelaskan dalam kitab-kitab fikih. 3. Takbiratul ihram Yaitu dengan mengangkat ke-dua tangan hingga sejajar dengan pundak sambil mengucap Allahu Akbar lalu mengarahkan pandangan ke tempat sujud. 4. Mengangkat kedua tangan di saat bertak-bir hingga sejajar dengan kedua pundak atau sejajar dengan kedua telinganya. 5. Meletakkan kedua tangan di atas dada-nya, Yaitu dengan meletakkan tangan kanan pada punggung tangan kiri, atau pada pergelangan tangan kiri, atau pada lengan tangan kiri, 6. Disunnahkan membaca do’a iftiftah: 7. Membaca Surat Al-Fatihah 8. Kemudian membaca ayat-ayat Al-Qur’an baik surat-surat pendek  Juz amma maupun surat-surat panjang, dan diutamakan bacaan dalam shalat Zhuhur, Ashar dan Isya’ dari surat-surat yang agak panjang, dan pada shalat Shubuh surat-surat yang panjang, sedangkan pada shalat Maghrib surat-surat pendek 9. Ruku` sambil bertakbir dan mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan kedua pun-dak atau kedua telinga, dengan menjadikan kepala sejajar dengan punggung dan meletakkan kedua tangan pada kedua lutut dengan jari-jari terbuka sambil thuma’ninah di saat ruku` 10. Mengangkat kepala dari ruku’, sambil mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan kedua pundak atau kedua telinga baik sebagai imam atau shalat sendirian. 11. Sujud sambil bertakbir dengan meletak-kan kedua lutut sebelum kedua tangan, jika hal tersebut memungkinkan. Dan jika tidak, maka men-dahulukan kedua tangan sebelum kedua lutut, sambil menghadapkan jari-jari kedua telapak kaki dan jari jari kedua telapak tangan ke qiblat, dengan posisi jari-jari telapak tangan rapat. Dan sujud di atas tujuh anggota tubuh, yaitu dahi bersama hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut dan ujung jari kedua telapak kaki Hendaknya (diwaktu sujud) ia memohon kepa-da Tuhannya kebaikan dunia dan akhirat untuk dirinya dan untuk orang lain dari kaum muslimin, baik itu dalam shalat wajib maupun dalam shalat sunnah. Dan (diwaktu sujud) hendaknya mereng-gangkan kedua lengan tangan dari kedua lambung dan perut dari kedua pahanya sambil mengangkat kedua hasta/lengah tangannya dari tanah, sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 12. Mengangkat kepala sambil bertakbir, bertumpu pada kaki kiri dan mendudukinya, sedang-kan kaki kanan ditegakkan, meletakkan kedua tangan di atas ujung kedua paha dan kedua lutut Hendaknya thuma’ninah (berhenti sebentar) di waktu duduk, hingga setiap persendian benar-benar berada pada posisinya, sebagaimana di saat ia berdiri i`tidal sebelum ruku`, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memanjangkan (waktu) i`tidalnya sesudah ruku` dan ketika duduk di antara dua sujud. 13. Sujud yang kedua sambil bertakbir, dalam melakukannya sebagaimana ia melakukan pada sujud pertama. 14. Mengangkat kepala (bangun) sambil bertakbir, dan duduk sejenak seperti duduk antara dua sujud. Ini disebut duduk istirahat, hukumnya sunnah menurut pendapat yang lebih kuat dari dua pendapat para ulama, dan jika ditinggalkan maka tidak apa-apa. Dan pada duduk ini tidak ada bacaan atau pun do’a. Lalu bangkit dan berdiri untuk melakukan raka`at yang kedua dengan bersanggah pada kedua lutut jika memungkinkan, dan jika tidak memung-kinkan, maka bersanggah kepada kedua tangan di atas lantai, kemudian membaca Al-Fatihah dan sete-rusnya seperti apa yang dilakukan pada raka`at yang pertama. Tidak boleh bagi seorang ma’mum menda-hului imam, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang umatnya dari tindakan seperti itu, demikian juga dibenci memba-rengi imam. Sunnahnya bagi ma`mum, gerakan-gerakannya harus sesudah gerakan-gerakan imam-nya dengan tidak berbarengan, dan harus setelah terhentinya suara imam, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 15. Jika shalat itu adalah shalat dua raka`at, seperti shalat Subuh, shalat Jum`at dan shalat `Id, maka duduk iftirasy setelah bangkit dari sujud kedua, yaitu dengan menegakkan kaki kanan, dan bertumpu pada kaki kiri, tangan kanan diletakkan di atas paha kanan dengan menggenggam semua jari kecuali jari telujuk untuk berisyarat kepada tauhid di saat meng-ingat Allah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berdo’a. Jika jari manis dan jari kelingking tangan kanan digenggamkan, sedangkan ibu jari dibentuk lingkaran dengan jari tengah dan berisyarat dengan jari telunjuk, maka hal tersebut sangat baik sekali, karena kedua cara tersebut ada di dalam hadits shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan afdhalnya melakukan cara yang pertama pada suatu saat dan cara yang kedua pada saat yang lain. Sedangkan tangan kiri diletakkan di atas (ujung) paha kiri dan lutut; Kemudian berdo’a, memohon kepada Allah untuk kebaikan dunia dan akhirat. Dan apabila berdo`a untuk kedua orang tua atau untuk kaum muslimin, maka dibolehkan, baik di waktu shalat wajib ataupun shalat sunnah, 16. Jika shalat yang dikerjakan adalah tiga raka`at, seperti shalat Maghrib, atau empat raka`at, seperti shalat Zhuhur, `Ashar dan Isya’, maka hendak-nya ia membaca tasyahhud tersebut di atas dengan membaca shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian bangkit dengan bersanggah kepada kedua lututnya, sambil mengangkat kedua tangan sampai sejajar dengan kedua pundak dan membaca Allahu Akbar, lalu meletakkan kedua tangan di dada kemudian membaca Al-Fatihah saja. Jika ia membaca surah atau ayat pada raka`at ketiga dan keempat dalam shalat dzuhur sesudah al-Fatihah pada saat-saat tertentu, maka tidak apa-apa. Dan jika tidak membaca shalawat pada tasyah-hud pertama, maka tidak apa-apa, karena hukumnya sunnah, tidak wajib dalam tasyahhud awal. Kemudian membaca tasyahhud setelah raka`at ketiga pada shalat Maghrib, dan setelah raka`at keempat dari shalat Zhuhur, Ashar dan Isya’, berikut dengan shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam , dan memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara yang disebutkan di atas (adzab Neraka Jahannam, siksa kubur, fitnah kehi-dupan dan kematian dan dari kejahatan fitnah Dajjal), lalu perbanyak berdo`a. Sebagaimana telah disebutkan di atas dalam shalat yang dua raka`at, hanya saja posisi duduk saat ini adalah duduk tawarruk, yaitu duduk dengan meletakkan telapak kaki kiri di bawah betis kaki kanan dan kemudian mendudukkan pantat di atas tanah, sedangkan kaki kanan tegak Kemudian bertasbih (mengucapkan Subhanallah ) sebanyak 33 kali, memuji Allah (mengucapkan Alhamdulillah) 33 kali dan bertakbir (mengucapkan Allahu akbar) 33 kali, serta digenapkan menjadi seratus Lalu membaca ayat Kursi, Surat Al-Ikhlash, surat Al-Falaq dan Surah An-Nas pada setiap kali selesai shalat. Dan dianjurkan (disunnahkan) meng-ulang tiga surat tersebut sebanyak 3 kali setelah selesai shalat Maghrib dan shalat subuh Jika ia sebagai imam, maka hendaknya berbalik menghadap para ma’mum sesudah beristighfar 3 kali Disunnahkan pula bagi setiap muslim, baik laki-laki atau perempuan shalat sunnah 4 raka`at sebelum Zhuhur dan 2 raka`at sesudahnya, 2 raka`at sesudah shalat Maghrib, 2 raka`at sesudah Isya dan 2 raka`at sebelum shalat Subuh. Jumlah kesemuanya 12 raka`at, yang dinamakan shalat rawatib; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selalu menjaganya di waktu muqim, adapun di waktu bepergian beliau hanya melakukan shalat sunnat Subuh dan witir. Untuk kedua shalat sunnah tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkannya baik di waktu muqim maupun di waktu bepergian. Semoga bermanfaat, sholawat dan salam semoga tercurah kepada Rosulullah serta keluarga dan sahabatnya

Senin, 20 Oktober 2014

kisah cinta Lucu Ali kw dan fatimah

Diriwayatkan : bahwasax Sayyidah Fatimah pernah bilang sama Sayyidina Ali Bin Abi Thalib setelah menikah : maafkan aku daeng, sebenarx sebelum menikah denganmu aku pernah jatuh cinta kpd seorang pemuda. Ali bertanya : lantas knp kau tdk menikah denganx ndi ? knp kau terima lamaranku ? apa kau menyesal menikah dengan ku ndi ? Fatimah menjawab : Pemuda itu adalah engkau daeng. kisah cinta itu bukan kisah romeo & juliet, bukan Laila majnun (yg malah gila). bukan digo & sisi, bukan kisah Rama & Shinta. bukan kisah cinta ku &……....( error ). bukan film2, novel2 roman picisan tere liye. kisah itu adalah kisah cinta putri kesayangan Rasulullah Sayyidah Fatimah & Ali bin Abi Thalib radhiallaahu 'anhu. mereka menyimpan cintax di dalam hati dengan erat, bahkan setan pun tdk tau. mereka jatuh cinta dlm diam. tdk pernah sms an, telponan Chatting di FB apalagi BBM an. bahkan Ali harus bersabar setiap kali mendengar kabar Fatimah dilamar lelaki lain. mereka bersabar menunggu ketetapan Allah sambil terus memperbaiki diri.. hingga Allah menakdirkan mereka bersatu & menikah. renungkan kisah ini, teladanilah dengan baik… cinta itu fitrah manusia, bukan manusia normal jika tdk punya CINTA. tertarik kpd lawan jenis itu boleh sekedar suka kpd lawan jenis tdk haram. mengagumi akhlak lawan jenis itu tdk berdosa.. justru itu semua tanda kalo ente normal. kalo ada lelaki yg melihat wanita yg shalehah, cantik, akhlakx bagus, kaya, pintar apalagi rajin menabung & tdk sombong lalu dia tdk merasakan getaran apa2, maka perlu dipertanyakan kelaki-lakianx. begitupun sebalikx jika ada wanita melihat ada lelaki yg ganteng (tapi bukan serigala nah), mapan, akhlakx baik, cerdas & berwibawa.. lalu wanita itu tdk tertarik sedikit pun… maka itu juga perlu dipertanyakan… tapi ISLAM punya aturan main bos, tdk boleh asal hantam saja, harus lewat pintu yg diridhoi oleh Allah... bersabarlah & yakin... insya Allah akan ciee.. ciee pada waktux… Ahmad Mujtaba 28fe2826