-RAYUAN MAUT ALA AHLI TAJWID-
(Copas dari Gurutta Dr. Hamzah Harun)
Beiyb, saat pertama kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah... hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar...
Aku di matamu mungkin bagaikan Nun Mati di antara idgham Billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada...
Aku ungkapkan maksud dan tujuan
perasaanku seperti Idzhar,
jelas dan terang...
Jika Mim Mati bertemu Ba disebut ikhfa Syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta...
Sejenak pandangan kita bertemu lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham Mutamaatsilain....melebur jadi satu.
Cintaku padamu seperti Mad Lazim .....Paling panjang di antara yang lainnya...
Setelah kau terima cintaku,
hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro.. terpantul-pantul dengan keras...
Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu..
Sayangku padamu seperti Mad Thobi'I dalam quran...
Buanyaaakkk beneerrrrr....
Semoga dalam hubungan, kita ini kayak idgham Bilaghunnah ya cuma berdua, Lam dan Ro' ..
Layaknya Waqaf Mu'annaqah engkau hanya boleh berhenti di salah satunya, dia atau aku ?
Meski perhatianku ga terlihat kaya Alif Lam Syamsiah, cintaku padamu seperti Alif Lam Qomariah, terbaca jelas...
Beiyb, kau dan aku seperti Idghom
Mutajanisain....perjumpaan 2 huruf yang sama makhrajnya tapi berlainan sifatnya...
Aku harap cinta kita seperti Waqaf
Lazim, terhenti sempurna di akhir hayat...
Sama halnya dgn Mad 'Aridh dimana tiap mad bertemu Lin Sukun Aridh akan berhenti, seperti itulah pandanganku ketika melihatmu...
Layaknya huruf Tafkhim, namamu pun bercetak tebal di fikiranku Seperti Hukum Imalah yg dikhususkan untuk Ro' saja, begitu juga aku yang hanya untukmu.
Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu, seperti Mad Arid lisukun.
bukan uztadz tapi tau agama
Kamis, 20 Agustus 2015
Nasib Seorang Uztadz
-NASIB SEORANG USTADZ-
»RAJIN NGAJI
wajar, itu memang pekerjaannya.
»RAJIN HOBI
iii... Ustadz kok gaul..
USTADZ KAYA
Kok guru agama gak sederhana..
USTADZ MISKIN
Kasian ya.. Habis kerjaannya cuma jualan qulhu sih..
USTADZ PAKE MERCY
Subhanallah.. Kok segitunya, pasti amplopnya mahal..
USTADZ JALAN KAKI
Ustadz itu harus maju. Ini bukan zaman batu.
USTADZ PAKE GADGET
Pasti ilmunya copas, ngajinya sama Syeikh Google USTADZ PAKE HP JADUL
Waah...ketinggalan zaman..
USTADZ BERTARIF
Agama kok diperjual belikan, gak ada ikhlasnya.
USTADZ GAK BERTARIF
Jangan nikah sama sama ustadz, penghasilannya gak seberapa..
USTADZ POLIGAMI
Dasar ustadz playboy, sunnah yg lain aja belum dijalani. Terlaaluu..
USTADZ SATU ISTRI
Ustadz tolonglah... Rasakan penderitaan wanita yg menjanda atau perawan lanjut usia..
USTADZ LEMBUT
Ustadz kok diam sama kemunkaran, lawan dong
USTADZ TEGAS
ihh... kok Ustadz keras banget sihh, ekstrim nih, fundamentalis ya, teroris lo...
APA SIH MAU KALIAN ???
TERUS USTADZ HARUS NGAPAIN ???
Ustadz juga manusia, hatinya tdk terbuat dari besi & baja....
#save ustadz=D
canggihnya negeriku
Sebagai negara berdaulat negara berkewajibanG membangunG kehidupanG masyarakat yg sejahtera, adil danG bermartabat.
NamunG, sejak Indonesia merdeka tahunG 1945, rakyat justru tak henti-hentinya ditipu danG terus dikhianati oleh penguasa yg berkolaborasi denganG pihak imprealisme asing.
Indonesia dipimpinG denganG ruh kebohonganG dan pengkhianatanG, amanat rakyat dibuan ke tempat sampah, PENGADILAN sangat banyak tapi KEADILAN sangat sedikit..
Cita-cita pembangunanG hanya menjadi dongen pengantar tidur..
Pihak yg paling serin dibohongi danG dipecundangi adalah Umat ISLAM & GerakanG2 ISLAM.
Perjuangan umat islam selalu ditutupi, sejarahnya dieselewengkanG, kesalahanGnya didramatisasi...
Akhirnya....
Terbentuk opini bahwa gerakanG ISLAM adalah musuh negara.
inimi tugas pejuan2 Islam untuk mengingatkanG Umat dan melakukan amar ma'ruf nahi munkar demi tercapainya cita-cita para pendiri Bangsa ini..
Allah berfirman : tidaklah yg aku kehendaki melainkan melakukan perbaikan sekuat kemampuan ku..(QS.Hud: 88)
#camgih_meman_negara_kita_dipinpinG_oran_terbait...
Rabu, 22 Juli 2015
negeriku bukan kristen
Dari mengejek, kristenisasi, membangun gereja di tengah komunitas muslim, mengundang muslim ke gereja u/ peresmian & acara agama, memakai pakaian muslim untuk mengelabui muslim, membuat nama gereja yg mirip nama islam, kristenisasi berkedok bagi2 sembako, pelarangan kegiatan keislaman hingga akhirnya meneror, melarang, menyakiti & membakar tempat ibadah kaum muslimin.
Semuanya kalian lakukan !
Kalian lakukam itu semua disini !
Di negeri mayoritas muslim..
Kalian manfaatin kebaikan mereka untuk menipunya..
Kalian tertawa sambil mengejek penuh kemenangan..
Kalian lakukan semuanya disini..
Saya tau yg kalian sembunyikan itu jauh lebih buruk dari apa yg sudah kalian tampakkan..
Saya tau bahwa tdk ada sebab utama kalian lakukan ini selain karena mereka beriman kpd ALLAH Saja..
Ketahuilah... Darah kami akan menyuburkan bumi ini wahai penyembah manusia..
solusi galau
ada yg bertanya "PERNAHKAH ANDA KECEWA PADA SESEORANG" ?
"Tentu Pernah"
Terus apa yg anda lakukan terhadap mereka ?
Pertama, kekecewaan itu membuat saya sadar bahwa TIDAK SEPANTASNYA saya menggantungkan harapan pada manusia..
tidak seharusnya saya cinta buta kpd makhluk manapun..
kekecewaan itu membuat saya sadar bahwa cinta & harapan harusnya digantungkan hanya kpd ALLAH..
kedua, kekecewaan itu juga membuat saya sadar bahwa saya TIDAK MUNGKIN mengharapkan semua orang berbuat & bertindak sesuai yg saya inginkan..
setiap org itu beda2..
jika kamu mencintai/mengagumi seseorang, lalu kami berharap dia akan berbuat & berprilaku sesuai yg kamu harapkan, maka siap2 lah kecewa & sakit hati..
ketiga, saya memang pernah tergoda untuk melakukan aksi protes kpd org yg membuat saya kecewa..
tapi akhirnya saya sadar bahwa itu tdk ada gunanya..
sebesar apapun upaya saya meluapkan kekecewaan itu, belum tentu org tersebut berubah..
jadi saya ternyata buang2 waktu, tenaga de el el..
padahal banyak hal lebih penting yg harus saya lakukan..
intinya....move on & gantungkanlah harapanmu hanya kepada ALLAH SWT...
Rabu, 03 Desember 2014
shalat istikharah
Shalat Istikharah (untuk jodoh maupun urusan lain)
Terkadang kita menghadapi beberapa masalah yang memiliki urgensi (tingkat kepentingan) yang sama bagi kita. Kita pun ingin memohon dengan cara istikharah, tapi bingung tentang tata caranya. Mudah-mudahan tulisan berikut ini bisa jadi jalan keluarnya.
Shalat istikharah adalah shalat sunnah yang dikerjakan ketika seseorang hendak memohon petunjuk kepada Allah, untuk menentukan keputusan yang benar ketika dihadapkan kepada beberapa pilihan keputusan. Sebelum datangnya Islam, masyarakat jahiliyah melakukan istikharah (menentukan pilihan) dengan azlam (undian). Setelah Islam datang, Allah melarang cara semacam ini dan diganti dengan shalat istikharah.
Dalil disyariatkannya shalat istikharah
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu, beliau berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يُعَلِّمُ أَصْحَابَهُ الاِسْتِخَارَةَ فِى الأُمُورِ كُلِّهَا ، كَمَا يُعَلِّمُ السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ يَقُولُ « إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – أَوْ قَالَ عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – أَوْ قَالَ فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى – قَالَ – وَيُسَمِّى حَاجَتَهُ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari para sahabatnya untuk shalat istikharah dalam setiap urusan, sebagaimana beliau mengajari surat dari Alquran. Beliau bersabda, “Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua rakaat selain shalat fardhu, kemudian hendaklah ia berdoa:
“Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.”
Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah pada-Mu, dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan, dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu, dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku (atau baik bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, dan palingkanlah aku darinya, dan takdirkanlah yang terbaik untukku apapun keadaannya dan jadikanlah aku ridha dengannya. Kemudian dia menyebut keinginanya” (HR. Ahmad, Al-Bukhari, Ibn Hibban, Al-Baihaqi dan yang lainnya).
Teks Doa Istikharah
Teks doa istikharah ada dua:
Pertama,
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى
“Allahumma inni astakhii-ruka bi ‘ilmika, wa astaq-diruka bi qud-ratika, wa as-aluka min fadh-likal adziim, fa in-naka taq-diru wa laa aq-diru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma in kunta ta’lamu anna hadzal amro khoiron lii fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii faq-dur-hu lii, wa yas-sirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Wa in kunta ta’lamu anna hadzal amro syarrun lii fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii, fash-rifhu ‘annii was-rifnii ‘anhu, waqdur lial khoiro haitsu kaana tsumma ardhi-nii bih”
Kedua, sama dengan atas hanya ada beberapa kalimat yang berbeda, yaitu:
Kalimat [دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى] diganti dengan [عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ]. Sehingga, Teks lengkapnya:
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِى فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى
Allahumma inni astakhii-ruka bi ‘ilmika, wa astaq-diruka bi qud-ratika, wa as-aluka min fadh-likal adziim, fa in-naka taq-diru wa laa aq-diru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma in kunta ta’lamu anna hadzal amro khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih faq-dur-hu lii, wa yas-sirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Wa in kunta ta’lamu anna hadzal amro syarrun lii fii ‘aajili amrii wa aajilih, fash-rifhu ‘annii was-rifnii ‘anhu, waqdur lial khoiro haitsu kaana tsumma ardhi-nii bih.
Kapan doa istikharah diucapkan?
Syaikh Muhammad bin Umar Bazmul berkata, “Waktu doa istikharah adalah setelah salam, berdasarkan sabda beliau shallallahu Alaihi wa Sallam,
إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلِ
“Jika salah seorang di antara kalian berkehendak atas suatu urusan, hendaklah ia shalat dua rakaat yang bukan wajib, kemudian ia berdoa…..”
Teks hadis menunjukkan setelah melaksanakan dua rakaat, artinya setengah salam.” (Bughyatul Mutathawi‘, Hal. 46)
Apakah ada bacaan khusus ketika shalat?
Tidak terdapat dalil yang menunjukkan adanya bacaan surat atau ayat khusus ketika shalat istikharah. Jadi, orang yang melakukan shalat istikharah bisa membaca surat atau ayat apapun, yang dia hafal. Al-Allamah Zainuddin Al-Iraqi mengatakan, “Aku tidak menemukan satu pun dalil dari berbagai hadis istikharah yang menganjurkan bacaan surat tertentu ketika istikharah.”
Apakah istikharah harus dengan shalat khusus ataukah boleh dengan semua shalat sunnah?
Pada hadis tentang shalat istikharah di atas dinyatakan,
فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ
“Kerjakanlah shalat dua rakaat selain shalat fardhu…”
Berdasarkan kalimat ini, sebagian ulama menyimpulkan bahwa melakukan istikharah tidak harus dengan shalat khusus, tapi bisa dengan semua shalat sunnah. Artinya, seseorang bisa melakukan shalat rawatib, dhuha, tahiyatul masjid, atau shalat sunah lainnya, kemudian setelah shalat dia membaca doa istikharah. Imam An-Nawawi mengatakan,
والظاهر أنها تحصل بركعتين من السنن الرواتب ، وبتحية المسجد، وغيرها من النوافل
“Teks hadis menunjukkan bahwa doa istikharah bisa dilakukan setelah melaksanakan shalat rawatib, tahiyatul masjid, atau shalat sunnah lainnya.” (Bughyatul Mutathawi’, Hal. 45)
Apakah Jawaban dalam mimpi?
Banyak orang beranggapan bahwa jawaban istikharah akan Allah sampaikan dalam mimpi. Ini adalah anggapan yang yang sama sekali tidak berdalil. Karena tidak ada keterkaitan antara istikharah dengan mimpi. Syaikh Masyhur Hasan Salman hafizhahullah mengatakan,
Mimpi tidak bisa dijadikan acuan hukum fiqih. Karena dalam mimpi setan memiliki peluang besar untuk memainkan perannya, sehingga bisa jadi setan menggunakan mimpi untuk mempermainkan manusia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الرؤيا ثلاثة، من الرحمن ومن الشيطان وحديث نفس
“Mimpi ada 3 macam: dari Allah, dari setan, dan bisikan hati.”
Beliau juga menjelaskan bahwa mimpi tidak bisa untuk menetapkan hukum, namun hanya sebatas diketahui. Dan tidak ada hubungan antara shalat istikharah dengan mimpi. Karena itu, tidak disyaratkan, bahwa setiap istikharah pasti diikuti dengan mimpi. Hanya saja, jika ada orang yang istikharah kemudian dia tidur dan bermimpi yang baik, bisa jadi ini merupakan tanda baik baginya dan melapangkan jiwa. Tetapi, tidak ada keterkaitan antara istikharah dengan mimpi. (Al-Fatwa Al-Masyhuriyah: http://almenhaj.net/makal.php?linkid=124)
Apa yang harus dilakukan setelah istikharah?
Para ulama menjelaskan bahwa setelah istikharah hendaknya seseorang melakukan apa yang sesuai keinginan hatinya. Imam An-Nawawi mengatakan,
إذا استخار مضى لما شرح له صدره
“Jika seseorang melakukan istikharah, maka lanjutkanlah apa yang menjadi keinginan hatinya.”
Kesimpulan
Berdasarkan keterangan di atas, tata cara shalat istikharah sebagai berikut:
1. Istikharah dilakukan ketika seseorang bertekad untuk melakukan satu hal tertentu, bukan sebatas lintasan batin. Kemudian dia pasrahkan kepada Allah.
2. Bersuci, baik wudhu atau tayammum.
3. Melaksanakan shalat dua rakaat. Shalat sunnah dua rakaat ini bebas, tidak harus shalat khusus. Bisa juga berupa shalat rawatib, shalat tahiyatul masjid, shalat dhuha, dll, yang penting dua rakaat.
4. Tidak ada bacaan surat khusus ketika shalat. Artinya cukup membaca Al-Fatihah (ini wajib) dan surat atau ayat yang dihafal.
5. Berdoa setelah salam dan dianjurkan mengangkat tangan. Caranya: membaca salah satu diantara 2 pilihan doa di atas. Selesai doa dia langsung menyebutkan keinginannya dengan bahasa bebas. Misalnya: bekerja di perusahaan A atau menikah dengan B atau berangkat ke kota C, dst.
Cara menyebutkan urusannya misalnya: Ya Allah, jika engkau mengetahui bahwa bekerja di perusahaan A atau pernikahan ini atau usaha ini atau mobil ini baik bagiku …, dan seterusnya.
6. Melakukan apa yang menjadi tekadnya. Jika menjumpai halangan, berarti itu isyarat bahwa Allah tidak menginginkan hal itu terjadi pada anda.
7. Apapun hasil akhir setelah istikharah, itulah yang terbaik bagi kita. Meskipun bisa jadi tidak sesuai dengan harapan sebelumnya. Karena itu, kita harus berusaha ridha dan lapang dada dengan pilihan Allah untuk kita. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan dalam doa di atas, dengan menyatakan, [ ثُمَّ أَرْضِنِى] “kemudian jadikanlah aku ridha dengannya” maksudnya adalah ridha dengan pilihan-Mu ya Allah, meskipun tidak sesuai keinginanku.
Allahu a’lam.
Selasa, 28 Oktober 2014
Rumus cinta dalam Al-Qur'an
Rumus Cinta menurut Al Qur'an
* cinta itu fitrah manusia, kalo gak punya cinta bukan manusia ( QS. Ali Imran : 14)
* yg harus kita lakukan sama cinta adalah menahan dan mengaturnya sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya (QS. At Taubah: 24)
* cinta gak identik dgn pacaran, cinta bisa berupa yg lain atau kpd yg lain (QS. At Taubah: 24)
* pacaran itu ilegal love alias melanggar aturan Allah, maka jauhi zina (QS. Al Isra: 32)
Rasulullah SAW bersabda : siapa saja yg beriman kpd Allah dan hari akhir, janganlah… berkhalwat dgn wanita… (HR. Abu Dawud dan Ahmad).
Jangan tertipu dengan Rayuan cinta, karena 5 huruf itu bisa menbinasakanmu bahkan org yg sangat kau cintai di dunia bisa menjadi MUSUH mu di akhirat.
Renungkan firman Allah :
Orang yang saling mencintai pada hari itu sebagiannya akan menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67)
Cinta sejati dasarnya takwa alias takut kpd Allah,,,
Kalau shalatnya saja dia jaga apalagi kamu ?
Kalo anak yatim saja dia santuni apalagi menafkahimu ?
Kalo baca kitab kuning saja dia bisa apalagi baca isi hatimu ?
TAPI▶
kalau Tuhannya saja dia khianati bagaimana dgn kamu ?
Kalo Tuhanx yg ngasih dia apa saja dia lawan, apalagi kamu ???
Perbaiki niat, cintai dia karena Allah kalo cintax kpd Allah hilang, maka hilangkan cintamu kepadax karena dia hanya akan jadi benalu dan musuh di akhirat kelak.
Langganan:
Komentar (Atom)